Ada Pertanyaan? Hubungi Kami di 081 80 253 8484 atau kirim email ke redaksi@baitulmalfkam.com

Anggaran Dasar


MUKADDIMAH
Bismillahirahmanirrahim

Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang



“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah-Ku." (Q.S. Adz-dzariyat : 56)

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana (At-Taubah:60).


Yayasan ini didirikan oleh FKAM Pusat pada hari Rabu; 12 September 2007, di kantor pusat FKAM, yang beralamat di Jln. Semenromo no. A5 Cemani  Surakarta. Yayasan ini didirikan sebagai lembaga amil zakat, infak, shadaqah, wakaf, hibah, ataupun dana lainnya.
Lembaga ini didirikan  pada hari Rabu, 12 September 2007, di kantor pusat FKAM, kemudian dibentuk menjadi yayasan dengan nama Yayasan BaitulMal FKAM melalui Akta Notaris Dewi Cahyani Eddy Sud, SH. Nomor 86 tanggal 13 Juni 2008. Dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 21.042.164.0-526.000.
Dengan latar belakang itulah, didirikan BaitulMal  FKAM guna meningkatkan kualitas ummat dengan amanah dan profesional.

BAB I
NAMA, ASAS, AQIDAH

Pasal 1
Yayasan ini didirikan di Surakarta pada hari Rabu, 27 Ramadhan 1427 H bertepatan dengan tanggal 12 September 2007 M dengan nama Yayasan BaitulMal FKAM
Pasal 2
Yayasan BaitulMal FKAM berazaskan Islam dengan Akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah menurut Pemahaman Salaf Ash-Shalih. 
BAB II
VISI DAN MISI
Pasal 3
Amanah, Profesional membangun kualitas umat


Pasal 4
Misi Yayasan adalah :
  1. Menjadi lembaga yang profesional dalam pengelolaan zakat, infaq,   Shadaqah, wakaf dan hibah
  2. Membangun kesadaran umat untuk berinfaq, zakat dan shadaqah
  3. Mengangkat anak yatim dan kaum dhuafa menuju kemandirian
  4. Mengembangkan syiar dan dakwah
  5. Berperan serta dalam penanganan musibah bencana alam

BAB III
INDEPENDENSI
Pasal 5
  1. Yayasan BaitulMal FKAM merupakan badan otonom dari FKAM dan bersifat independen non partisan.
  2. Yayasan hanya memihak pada kebenaran dan keadilan atas dasar Al Qur’an dan As Sunnah.
  3. Hubungan Yayasan merupakan hubungan antar lembaga, instansi atau perseorangan yang saling menguntungkan untuk kemaslahatan umat.
BAB IV
KEDUDUKAN
Pasal 6
  1. BaitulMal FKAM Pusat berkedudukan di Kota Surakarta.
  2. Kedudukan BaitulMal FKAM Pusat dapat dipindahkan dalam kondisi tertentu atas keputusan Dewan Pembina.
  3. BaitulMal FKAM dapat membuka cabang-cabang di seluruh Indonesia dan perwakilan di luar negeri.
BAB V
STRUKTUR YAYASAN

Pasal 7

Dewan Pembina
Dewan Pembina adalah lembaga tertinggi BaitulMal FKAM.
Pasal 8
Dewan Syariah
  1. Anggota Dewan Syariah terdiri dari minimal 3 orang.
  2. Pemilihan anggota Dewan Syariah dilakukan melalui musyawarah yang   dibentuk oleh Pembina, Dewan Pengawas dan Pengurus pusat .
Pasal 9
Tugas dan Wewenang Dewan Syariah
  1. Mengawasi secara global sistem kerja BaitulMal FKAM.
  2. Menegur atau mengarahkan sistem yang ada dalam BaitulMal FKAM bila ada penyimpangan dari Al-Qur’an ataupun AS-Sunnah.
  3. Sebagai dewan fatwa dalam menjawab berbagai persoalan di tengah-tengah masyarakat.

Pasal 10
Dewan Pengawas
Dewan Pengawas adalah orang yang ditunjuk oleh yayasan untuk melakukan pengawasan dan memberi nasehat kepada pengurus dalam menjalankan kegiatan BaitulMal FKAM.
Pasal 11
Tugas Dewan Pengawas

  1. Melakukan pengawasan menyeluruh baik manajerial,  keuangan, maupun pengembangan dan perkembangan BaitulMal FKAM.
  2. Melakukan audit internal bagi laporan keuangan BaitulMal FKAM.
Pasal 12
Pengurus Harian
Pengurus harian adalah pengurus yang bertanggungjawab atas operasional Yayasan BaitulMal FKAM.

Pasal 13
Pengurus Harian
Pengurus harian terdiri dari :
    1. Direktur
    2. Manajer Operasional
    3. Manajer Fundraising
    4. Manajer Administrasi dan Keuangan
    5. Manajer Publikasi


Pasal 13
Direktur
Direktur adalah orang yang bertugas memimpin operasional harian  Yayasan BaitulMal FKAM.
Pasal 13
Tugas dan Wewenang Direktur
    1. Memimpin operasional harian.
    2. Memantau kinerja BaitulMal.
    3. Membangun kerja sama antar instansi lembaga-lembaga sejenis.
Pasal 14
Manajer Operasional
Manajer Operasional adalah orang yang bertugas untuk menjalankan operasional BaitulMal FKAM.
Pasal 15
Tugas dan Wewenang Manajer Operasional

  1. Bertanggung jawab terhadap operasional BaitulMal FKAM.
  2. Membuat laporan kinerja BaitulMal FKAM.
  3. Menunjuk dan mengangkat pengurus Baitul Mal cabang bersama Direktur.
    1. Membuat agenda kerja BaitulMal FKAM.

Pasal 16
Manajer Publikasi
Manajer Publikasi adalah orang yang bertanggung jawab atas publikasi BaitulMal FKAM.
Pasal 17
Tugas dan Wewenang Manajer Publikasi
  1. Bertanggung jawab atas penerbitan majalah BaitulMal FKAM.
  2. Bertanggung jawab atas pengelolaan Website BaitulMal FKAM.
  3. Melakukan publikasi dan sosialisasi kepada ummat tentang BaitulMal FKAM, kegiatan dan laporan keuangan.
Pasal 18
Manajer Administrasi dan Keuangan

Manajer Administrasi dan Keuangan adalah penanggung jawab urusan administrasi dan keuangan BaitulMal FKAM.
Pasal 19
Tugas dan Wewenang Manajer Administrasi dan Keuangan
  1. Bertanggung jawab terhadap surat-menyurat BaitulMal FKAM.
  2. Bertanggung jawab terhadap pengarsipan dan dokumentasi.
    1. Bertanggung jawab untuk mengelola keuangan dan membuat laporan.

Pasal 20
Manajer Fundraising

Manajer Fundraising adalah orang  yang bertanggung jawab untuk menggalang infak, Shadaqah, Zakat dan Hibah serta Wakaf.
Pasal 21
Tugas dan Wewenang Manajer Fundraising
  1. Bertanggung jawab untuk penggalangan dana.
  2. Mendata dan menindaklanjuti potensi ZISWAH.
    1. Membuat dan melaksanakan program kerja dan kegiatan yang berhubungan dengan penggalangan dana.

BAB VI
PENDAPATAN KEUANGAN
Pasal 22
Keuangan Yayasan diperoleh dari :

  1. Zakat, infak, shadaqah, wakaf dan hibah.
  2. Donatur tetap maupun tidak tetap.
BAB VII
HUBUNGAN KEMASYARAKATAN
Pasal 23

  1. Yayasan BaitulMal FKAM merupakan bagian tak terpisahkan dari umat Islam Indonesia dan dunia.
  2. Yayasan BaitulMal FKAM melakukan hubungan baik dan kerjasama dengan berbagai pihak di dalam maupun di luar negeri.
  3. Kewenangan untuk memutuskan hubungan dan kerjasama dengan pihak lain berada pada Dewan Pembina.


BAB VII
PENGESAHAN DAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 24
Perubahan Anggaran Dasar
  1. Dalam hal-hal khusus Anggaran Dasar dapat diubah dalam Musyawarah Luar biasa yang diadakan oleh Pengawas dan Dewan Pembina.
  2. Perubahan Anggaran Dasar harus disetujui oleh Dewan Syariah.
Pasal 25
Pengesahan Anggaran Dasar
  1. Anggaran Dasar ini disahkan oleh Dewan Pembina Yayasan BaitulMal FKAM.
  2. Anggaran Dasar ini berlaku  sejak tanggal ditetapkannya.

BAB VIII
PENUTUP

Anggaran Dasar ini berlaku sejak disahkan, yakni tanggal 26 Pebruari 2009 di Surakarta.

ANGGARAN RUMAH TANGGA
YAYASAN BAITULMAL FKAM 
BAB I
KETENTUAN UMUM 
Pasal 1
Dalam Anggaran Rumah Tangga ini, yang dimaksud dengan :
  1. “Yayasan BaitulMal FKAM” ialah Yayasan BaitulMal Forum Komunikasi Aktivis Masjid
  2. “Anggaran Dasar” ialah Anggaran Dasar “Yayasan BaitulMal FKAM”
  3. “Anggaran Rumah Tangga” ialah Anggaran Rumah Tangga “Yayasan BaitulMal FKAM”
  4. “Pengurus” ialah “Petugas Yayasan BaitulMal FKAM”


BAB II
TAFSIR LAMBANG BaitulMal FKAM
Pasal 2
Arti Lambang BaitulMal FKAM
1.  Bentuk lambang BaitulMal FKAM memiliki arti sebagai berikut :
  1. Bulan bintang warna hijau berarti lambang kejayaan dan kemuliaan Islam.
  2. Lengkung merah berarti keberanian dan kedinamisan.
  3. Tulisan ”BaitulMal FKAM” tegak berarti selalu berpihak kepada kebaikan dan kebenaran.

2. Warna lambang BaitulMal FKAM memiliki arti sebagai berikut :
  1. Kuning berarti keluasan wawasan , kedalaman berfikir dan kebesaran jiwa.
  2. Hijau berarti kejernihan dan kemauan keras untuk maju.
  3. Merah berarti keberanian, ketegasan dan ketegaran.



Pasal 3
Makna Lambang BaitulMal FKAM
Makna lambang BaitulMal FKAM secara keseluruhan adalah bergerak secara dinamis dengan keluasan wawasan, kedalaman berpikir dan kebesaran jiwa penuh amanah dan profesional, membangun kualitas ummat.

BAB III
KEPENGURUSAN
Pasal 4
Pengurus Yayasan BaitulMal FKAM dibagi menjadi 2 (dua)
  1. Petugas tetap ialah pegawai yang secara resmi terdaftar sebagai petugas BaitulMal FKAM dan digaji sesuai ketentuan BaitulMal FKAM.
  2. Petugas tidak tetap ialah petugas BaitulMal FKAM, yang membantu kerja BaitulMal FKAM secara langsung, tetapi tidak bekerja full timer di BaitulMal FKAM dan anggota ini diberikan honorium.

Pasal 5


Yang dapat diterima menjadi pengurus tetap ialah :
  1. Aktivis Islam yang berasal dari lembaga/instansi, masjid, perguruan tinggi, pondok pesantren dan kelompok-kelompok kajian Islam.
  2. Kaum muslimin yang mempunyai komitmen tinggi terhadap penegakan nilai-nilai Islam.
  3. Untuk poin a dan b mendaftarkan diri ke kantor BaitulMal FKAM dan dinyatakan diterima oleh Direktur BaitulMal FKAM.


Pasal 6
Seorang petugas BaitulMal FKAM  berhenti dari kepengurusan BaitulMal FKAM karena:
  1. Meninggal dunia.
  2. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri dan disetujui oleh Direktur.
  3. Diberhentikan oleh Direktur karena melakukan suatu pelanggaran.

Pasal 7
Pemberhentian pengurus sebagaimana pasal 6 ayat 3 dilakukan oleh Direktur BaitulMal FKAM melalui rapat dengan Dewan Pembina.

Pasal 8
Pengurus tetap yang terlibat dalam kepengurusan partai politik harus melepaskan jabatannya di kepengurusan BaitulMal FKAM.
BAB IV
KEPENGURUSAN

Pasal 9
Struktur Pengurus  Pusat
Struktur Petugas Pusat sekurang-kurangnya beranggotakan:
  1. Seorang Direktur
  2. Seorang Manajer Operasional.
  3. Seorang Manajer Publikasi
  4. Seorang Manajer Administrasi dan Keuangan.
  5. Seorang Manajer Fundraising.
Pasal 10
Tugas Pengurus Pusat
Pengurus Pusat adalah Petugas BaitulMal FKAM  pada tingkat pusat yang bertugas melaksanakan kegiatan-kegiatan BaitulMal FKAM untuk melaksanakan tugas di pusat dan sekaligus mengkoordinir cabang-cabang BaitulMal yang ada.


Pasal 11
Syarat-syarat Pengurus Pusat
  1. Telah menjadi pengurus tetap BaitulMal FKAM.
  2. Menjalankan asas, aqidah, visi dan misi BaitulMal FKAM.
  3. Memiliki wawasan sosial politik, hukum dan syari'at yang mendukung pelaksanaan tugas.
Pasal 12
Pengurus Cabang
Pengurus Cabang adalah kepengurusan BaitulMal FKAM tingkat Kabupaten/Kecamatan dengan struktur sebagai berikut :
  1. Manajer Operasional.
  2. Sekretaris.
  3. Bendahara.
  4. Petugas-petugas.
Pasal 13
Tugas Pengurus Cabang
  1. Melaksanakan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh Pengurus Pusat.
  2. Menyusun program dan anggaran tahunan untuk Pengurus Cabang dan lembaga-lembaga struktural di bawahnya kemudian mengkoordinasikan dengan Pengurus Pusat.
  3. Memimpin, mengesahkan dan mengawasi lembaga-lembaga struktural di bawahnya.
  4. Menyiapkan laporan keuangan dan evaluasi akhir tiap bulan dan melaporkan kepada pengurus pusat.
  5. Menyusun sidang-sidang Musyawarah Cabang sesuai dengan ketentuan yang terkait dengan hal tersebut.
  6. Mendatangi Musyawarah koordinasi yang diadakan oleh BaitulMal FKAM pusat
Pasal 14
Syarat-syarat Pengurus Cabang
  1. Telah menjadi anggota tetap BaitulMal FKAM.
  2. Menjalankan asas, aqidah, visi dan misi BaitulMal FKAM.
  3. Memiliki wawasan sosial politik, hukum dan syari'at yang mendukung pelaksanaan tugas.


BAB V
PERMUSYAWARATAN
Pasal 15
Musyawarah Pusat
  1. Musyawarah Pusat  diadakan atas undangan Manajer Operasional pusat.
  2. Pimpinan dan tanggung jawab Musyawarah pusat terletak di tangan Direktur.
  3. Ketentuan-ketentuan tentang pelaksanaan dan tata tertib Musyawarah Pusat diatur oleh Pengurus Pusat.
  4. Acara yang diajukan dalam Musyawarah Pusat:
    1. Laporan Pengurus pusat tentang kebijaksanaan direktur,Program kerja Manajer Operasional, keuangan, serta instruksi-instruksi dan ketentuan-ketentuan Pengurus Pusat serta hal-hal yang dianggap perlu dan mendesak.
    2. Masalah-masalah yang mengenai kepentingan umum Yayasan.
    3. Isi dan susunan acara Musyawarah Pusat ditetapkan oleh Manajer Operasional.
    4. Musyawarah Pusat dihadiri oleh:
      1. Anggota Musyawarah Pusat yaitu:
        1. Pembina, Pengawas
        2. Direktur
        3. Petugas harian pusat
        4. Manajer Cabang dan utusan cabang
        5. Tokoh-tokoh umat Islam atau wakil dari ormas Islam yang diundang oleh Manajer Operasional.
Pasal 16
Musyawarah Cabang (Musycab)
  1. Musyawarah Cabang (Musycab) diadakan atas undangan Pengurus Cabang (PC).
  2. Pimpinan dan tanggung jawab Musyawarah Cabang (Musycab) terletak di tangan Pengurus Cabang (PC) Ketentuan-ketentuan tentang pelaksanaan dan tata tertib Musyawarah Cabang (Musycab)  diatur oleh Pengurus Pusat dan atau Pengurus Cabang (PC).
  3. Acara yang diajukan dalam Musyawarah Cabang (Musycab):
a)  Laporan Pengurus Cabang (PC) tentang kebijakan pimpinan Yayasan, keuangan dan pelaksanaan keputusan Musyawarah Cabang (Musycab) serta instruksi-instruksi dan ketentuan-ketentuan Pengurus Pusat serta hal-hal yang dianggap perlu dan mendesak.
  1. Pemilihan formatur untuk memilih anggota Pengurus Cabang (PC)
  2. Masalah-masalah yang mengenai kepentingan umum Yayasan
  3. Isi dan susunan acara Musyawarah Cabang (Musycab)  ditetapkan oleh Pengurus Cabang (PC)
  4. Pengurus Pusat  berhak memasukkan acara untuk dibicarakan dalam Musyawarah Cabang (Musycab)  atau meminta untuk ditangguhkan pembicaraanya atas kepentingan umum.
  5. Musyawarah Cabang (Musycab)  dihadiri oleh:
    1. Pengurus Pusat (bila diperlukan)
    2. Pengurus harian BaitulMal FKAM cabang.
    3. Tokoh-tokoh umat Islam atau wakil dari ormas Islam yang di undang oleh Pengurus Cabang (PC).

Pasal 17

Rapat Rapat

Setiap saat yang dianggap perlu Pengurus Pusat dan Pengurus Cabang  perlu mengadakan rapat-rapat:
  1. Rapat Pengurus Pusat  atau Pengurus Cabang
  2. Rapat-rapat Koordinator.
  3. Rapat-rapat lain yang dianggap perlu.

Pasal 18

Keputusan
  1. Setiap keputusan Musyawarah dan rapat harus ditetapkan sesuai dengan syari’at Islam.
  2. Bila setelah diupayakan dengan sungguh-sungguh, putusan secara musyawarah mufakat tidak dapat ditetapkan, maka putusan diserahkan kepada ketua.
  3. Keputusan yang telah ditetapkan sebagaimana pasal 29 ayat 1 adalah sah dan mengikat serta wajib ditaati oleh semua anggota Yayasan dan menerima keputusan tersebut dengan ikhlas disertai tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Mahabijaksana.
Pasal 19

PEMBENTUKAN CABANG

BaitulMal FKAM berhak membentuk cabang di seluruh wilayah Indonesia ataupun perwakilan luar negeri.



BAB VI

Ketentuan Penutup
Pasal 20
Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur di dalam Anggaran Rumah Tangga akan ditetapkan oleh Pengurus Pusat sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Putusan Muktamar.

Pasal 20
Anggaran Rumah Tangga ditetapkan oleh Musyawarah dan bisa ditinjau dan ditetapkan kembali dalam Musyawarah luar.

Pasal 21
Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak disahkan, yakni tanggal 26 Pebruari 2009 di Surakarta.

Baca juga Anggaran Rumah Tangga

Delete this element to display blogger navbar

 
Baitulmal FKAM | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets,Menopause symptoms, and modified by Baitulmal FKAM | Email: baitulmalsolo@gmail.com | Kontak: Hp. 0897658655