Ada Pertanyaan? Hubungi Kami di 081 80 253 8484 atau kirim email ke redaksi@baitulmalfkam.com

Anggaran Rumah Tangga

ANGGARAN RUMAH TANGGA
YAYASAN BAITULMAL FKAM 
BAB I
KETENTUAN UMUM 
Pasal 1
Dalam Anggaran Rumah Tangga ini, yang dimaksud dengan :
  1. “Yayasan BaitulMal FKAM” ialah Yayasan BaitulMal Forum Komunikasi Aktivis Masjid
  2. “Anggaran Dasar” ialah Anggaran Dasar “Yayasan BaitulMal FKAM”
  3. “Anggaran Rumah Tangga” ialah Anggaran Rumah Tangga “Yayasan BaitulMal FKAM”
  4. “Pengurus” ialah “Petugas Yayasan BaitulMal FKAM”


BAB II
TAFSIR LAMBANG BaitulMal FKAM
Pasal 2
Arti Lambang BaitulMal FKAM
1.   Bentuk lambang BaitulMal FKAM memiliki arti sebagai berikut :
  1. Bulan bintang warna hijau berarti lambang kejayaan dan kemuliaan Islam.
  2. Lengkung merah berarti keberanian dan kedinamisan.
  3. Tulisan ”BaitulMal FKAM” tegak berarti selalu berpihak kepada kebaikan dan kebenaran.

2.  Warna lambang BaitulMal FKAM memiliki arti sebagai berikut :
  1. Kuning berarti keluasan wawasan , kedalaman berfikir dan kebesaran jiwa.
  2. Hijau berarti kejernihan dan kemauan keras untuk maju.
  3. Merah berarti keberanian, ketegasan dan ketegaran.
Pasal 3
Makna Lambang BaitulMal FKAM
Makna lambang BaitulMal FKAM secara keseluruhan adalah bergerak secara dinamis dengan keluasan wawasan, kedalaman berpikir dan kebesaran jiwa penuh amanah dan profesional, membangun kualitas ummat.

BAB III
KEPENGURUSAN
Pasal 4
Pengurus Yayasan BaitulMal FKAM dibagi menjadi 2 (dua)
  1. Petugas tetap ialah pegawai yang secara resmi terdaftar sebagai petugas BaitulMal FKAM dan digaji sesuai ketentuan BaitulMal FKAM.
  2. Petugas tidak tetap ialah petugas BaitulMal FKAM, yang membantu kerja BaitulMal FKAM secara langsung, tetapi tidak bekerja full timer di BaitulMal FKAM dan anggota ini diberikan honorium.

Pasal 5


Yang dapat diterima menjadi pengurus tetap ialah :
  1. Aktivis Islam yang berasal dari lembaga/instansi, masjid, perguruan tinggi, pondok pesantren dan kelompok-kelompok kajian Islam.
  2. Kaum muslimin yang mempunyai komitmen tinggi terhadap penegakan nilai-nilai Islam.
  3. Untuk poin a dan b mendaftarkan diri ke kantor BaitulMal FKAM dan dinyatakan diterima oleh Direktur BaitulMal FKAM.


Pasal 6
Seorang petugas BaitulMal FKAM  berhenti dari kepengurusan BaitulMal FKAM karena:
  1. Meninggal dunia.
  2. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri dan disetujui oleh Direktur.
  3. Diberhentikan oleh Direktur karena melakukan suatu pelanggaran.

Pasal 7
Pemberhentian pengurus sebagaimana pasal 6 ayat 3 dilakukan oleh Direktur BaitulMal FKAM melalui rapat dengan Dewan Pembina.

Pasal 8
Pengurus tetap yang terlibat dalam kepengurusan partai politik harus melepaskan jabatannya di kepengurusan BaitulMal FKAM.
BAB IV
KEPENGURUSAN

Pasal 9
Struktur Pengurus  Pusat
Struktur Petugas Pusat sekurang-kurangnya beranggotakan:
  1. Seorang Direktur
  2. Seorang Manajer Operasional.
  3. Seorang Manajer Publikasi
  4. Seorang Manajer Administrasi dan Keuangan.
  5. Seorang Manajer Fundraising.
Pasal 10
Tugas Pengurus Pusat
Pengurus Pusat adalah Petugas BaitulMal FKAM  pada tingkat pusat yang bertugas melaksanakan kegiatan-kegiatan BaitulMal FKAM untuk melaksanakan tugas di pusat dan sekaligus mengkoordinir cabang-cabang BaitulMal yang ada.
Pasal 11
Syarat-syarat Pengurus Pusat
  1. Telah menjadi pengurus tetap BaitulMal FKAM.
  2. Menjalankan asas, aqidah, visi dan misi BaitulMal FKAM.
  3. Memiliki wawasan sosial politik, hukum dan syari'at yang mendukung pelaksanaan tugas.
Pasal 12
Pengurus Cabang
Pengurus Cabang adalah kepengurusan BaitulMal FKAM tingkat Kabupaten/Kecamatan dengan struktur sebagai berikut :
  1. Manajer Operasional.
  2. Sekretaris.
  3. Bendahara.
  4. Petugas-petugas.
Pasal 13
Tugas Pengurus Cabang
  1. Melaksanakan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh Pengurus Pusat.
  2. Menyusun program dan anggaran tahunan untuk Pengurus Cabang dan lembaga-lembaga struktural di bawahnya kemudian mengkoordinasikan dengan Pengurus Pusat.
  3. Memimpin, mengesahkan dan mengawasi lembaga-lembaga struktural di bawahnya.
  4. Menyiapkan laporan keuangan dan evaluasi akhir tiap bulan dan melaporkan kepada pengurus pusat.
  5. Menyusun sidang-sidang Musyawarah Cabang sesuai dengan ketentuan yang terkait dengan hal tersebut.
  6. Mendatangi Musyawarah koordinasi yang diadakan oleh BaitulMal FKAM pusat
Pasal 14
Syarat-syarat Pengurus Cabang
  1. Telah menjadi anggota tetap BaitulMal FKAM.
  2. Menjalankan asas, aqidah, visi dan misi BaitulMal FKAM.
  3. Memiliki wawasan sosial politik, hukum dan syari'at yang mendukung pelaksanaan tugas.
BAB V
PERMUSYAWARATAN
Pasal 15
Musyawarah Pusat
  1. Musyawarah Pusat  diadakan atas undangan Manajer Operasional pusat.
  2. Pimpinan dan tanggung jawab Musyawarah pusat terletak di tangan Direktur.
  3. Ketentuan-ketentuan tentang pelaksanaan dan tata tertib Musyawarah Pusat diatur oleh Pengurus Pusat.
  4. Acara yang diajukan dalam Musyawarah Pusat:
    1. Laporan Pengurus pusat tentang kebijaksanaan direktur,Program kerja Manajer Operasional, keuangan, serta instruksi-instruksi dan ketentuan-ketentuan Pengurus Pusat serta hal-hal yang dianggap perlu dan mendesak.
    2. Masalah-masalah yang mengenai kepentingan umum Yayasan.
    3. Isi dan susunan acara Musyawarah Pusat ditetapkan oleh Manajer Operasional.
  5. Musyawarah Pusat dihadiri oleh:
    1. Anggota Musyawarah Pusat yaitu:
      1. Pembina, Pengawas
      2. Direktur
      3. Petugas harian pusat
      4. Manajer Cabang dan utusan cabang
      5. Tokoh-tokoh umat Islam atau wakil dari ormas Islam yang diundang oleh Manajer Operasional.
Pasal 16
Musyawarah Cabang (Musycab)
  1. Musyawarah Cabang (Musycab) diadakan atas undangan Pengurus Cabang (PC).
  2. Pimpinan dan tanggung jawab Musyawarah Cabang (Musycab) terletak di tangan Pengurus Cabang (PC) Ketentuan-ketentuan tentang pelaksanaan dan tata tertib Musyawarah Cabang (Musycab)  diatur oleh Pengurus Pusat dan atau Pengurus Cabang (PC).
  3. Acara yang diajukan dalam Musyawarah Cabang (Musycab):
a)  Laporan Pengurus Cabang (PC) tentang kebijakan pimpinan Yayasan, keuangan dan pelaksanaan keputusan Musyawarah Cabang (Musycab) serta instruksi-instruksi dan ketentuan-ketentuan Pengurus Pusat serta hal-hal yang dianggap perlu dan mendesak.
  1. Pemilihan formatur untuk memilih anggota Pengurus Cabang (PC)
  2. Masalah-masalah yang mengenai kepentingan umum Yayasan
  3. Isi dan susunan acara Musyawarah Cabang (Musycab)  ditetapkan oleh Pengurus Cabang (PC)
  4. Pengurus Pusat  berhak memasukkan acara untuk dibicarakan dalam Musyawarah Cabang (Musycab)  atau meminta untuk ditangguhkan pembicaraanya atas kepentingan umum.
  5. Musyawarah Cabang (Musycab)  dihadiri oleh:
    1. Pengurus Pusat (bila diperlukan)
    2. Pengurus harian BaitulMal FKAM cabang.
    3. Tokoh-tokoh umat Islam atau wakil dari ormas Islam yang di undang oleh Pengurus Cabang (PC).

Pasal 17

Rapat Rapat

Setiap saat yang dianggap perlu Pengurus Pusat dan Pengurus Cabang  perlu mengadakan rapat-rapat:
  1. Rapat Pengurus Pusat  atau Pengurus Cabang
  2. Rapat-rapat Koordinator.
  3. Rapat-rapat lain yang dianggap perlu.

Pasal 18

Keputusan
  1. Setiap keputusan Musyawarah dan rapat harus ditetapkan sesuai dengan syari’at Islam.
  2. Bila setelah diupayakan dengan sungguh-sungguh, putusan secara musyawarah mufakat tidak dapat ditetapkan, maka putusan diserahkan kepada ketua.
  3. Keputusan yang telah ditetapkan sebagaimana pasal 29 ayat 1 adalah sah dan mengikat serta wajib ditaati oleh semua anggota Yayasan dan menerima keputusan tersebut dengan ikhlas disertai tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Mahabijaksana.
Pasal 19

PEMBENTUKAN CABANG

BaitulMal FKAM berhak membentuk cabang di seluruh wilayah Indonesia ataupun perwakilan luar negeri.

BAB VI

Ketentuan Penutup
Pasal 20
Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur di dalam Anggaran Rumah Tangga akan ditetapkan oleh Pengurus Pusat sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Putusan Muktamar.

Pasal 20
Anggaran Rumah Tangga ditetapkan oleh Musyawarah dan bisa ditinjau dan ditetapkan kembali dalam Musyawarah luar.

Pasal 21
Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak disahkan, yakni tanggal 26 Pebruari 2009 di Surakarta.


Baca juga Anggaran Dasar

Delete this element to display blogger navbar

 
Baitulmal FKAM | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets,Menopause symptoms, and modified by Baitulmal FKAM | Email: baitulmalsolo@gmail.com | Kontak: Hp. 0897658655