Ada Pertanyaan? Hubungi Kami di 081 80 253 8484 atau kirim email ke redaksi@baitulmalfkam.com

FIQIH BEKERJA DALAM ISLAM (Bagian 2)

Oleh: Tengku Azhar, Lc.


Bilakah Wanita Bekerja?
Sebagaimana kaum lelaki, pada hakikatnya Islam tidak pernah diskriminatif terhadap kaum wanita. Karenanya, seorang wanita di dalam Islam diperbolehkan untuk bekerja dengan alasan-alasan berikut:
  1. Karena dia seorang janda. Seorang wanita yang berstatus janda (dikarenakan perceraian atau meninggalnya seorang suami) diperbolehkan oleh Islam untuk bekerja dalam rangka untuk menjaga jati dirinya dan mencegahnya dari meminta-minta dan mengemis.
  2. Membantu suami, dan suaminya mengizinkannya. Dalam hal ini peran wanita adalah sebagai mitra kerja dalam hal ekonomi.
  3. Membantu keluarga suami atau istri. Ketika seseorang memerlukan bantuan, maka yang wajib menolongnya adalah keluarga terdekatnya
  4. Karena tuntutan masyarakat. Adakalanya peran wanita diperlukan untuk profesi-profesi tertentu dalam masyarakat, seperti dokter, guru, perawat, tukang cuci, juru masak, penjahit, atau yang lainnya.  Dengan melakukan pekerjaan tersebut, seorang wanita berkontribusi untuk memberikan kepada orang lain.

Syarat-syarat Wanita Bekerja

Adapun syarat-syarat wanita bekerja ialah sebagai berikut:
  1. Disetujui oleh kedua orang tuanya atau wakilnya atau suaminya, sebab persetujuannya adalah wajib secara agama dan qadla’ (hukum).
  2. Pekerjaan tersebut terhindar dari ikhtilath (berbaur dengan bukan mahram), khalwat (bersunyi-sunyi, menyendiri) dengan laki-laki asing (bukan mahram); Sebab ada dampak negatif yang besar. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat (bersunyi-sunyi, menyendiri) dengan seorang wanita, kecuali bila bersama laki-laki (yang me-rupakan) mahramnya”. (HR. Al-Bukhari).
  3. Menutupi seluruh tubuhnya di hadapan laki-laki asing (ajnabi) dan menjauhi semua hal yang berindikasi fitnah, baik di dalam berpakaian, berhias atau pun berwangi-wangian (menggunakan parfum).
  4. Komitmen dengan akhlaq Islami dan hendaknya menampakkan keseriusan dan sungguh-sungguh di dalam berbicara, yaitu tidak dibuat-buat dan sengaja melemah lembutkan suara. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Maka janganlah sekali-kali kalian melemah lembutkan ucapan sehingga membuat condong orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit dan berkata-katalah dengan perkataan yang ma’ruf/baik.” (QS. Al-Ahzab: 32).
  5. Hendaknya pekerjaan tersebut sesuai dengan tabi’at dan kodratnya seperti dalam bidang pengajaran, kebidanan, menjahit dan lain-lain. Syaikh Bin Baaz –rahimahullah- ketika ditanyakan kepada beliau apa hukum bekerja bagi seorang wanita dan apa lapangan pekerjaan yang dibolehkan bagi seorang wanita. Beliau pun menjawab sebagai berikut, “Tidak seorang pun ulama yang melarang kaum wanita untuk bekerja mencari uang. Perbedaan pendapat hanya terjadi mengenai lapangan pekerjaan apa yang boleh untuk dirambah oleh kaum wanita. Penjelasannya adalah bahwa seorang wanita memiliki tanggung jawab menyelesaikan beberapa tugas rumah tangga dalam keluarganya seperti memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian dan semua jenis bantuan yang bisa ia lakukan untuk rumah tangga dan keluarganya. Adapun untuk lapangan pekerjaan di luar rumah yang diperbolehkan bagi kaum wanita adalah seperti menjadi seorang guru dan pedagang. Sebagai contoh kerja di pabrik jahit atau lapangan pekerjaan lain yang tidak membawa terbukanya maksiat yang dilarang oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, seperti berduaan di tempat kerja dengan laki-laki asing, atau bercampur di tempat kerja dengan laki-laki yang bukan mahram-nya (ikhtilat), karena besar kemungkinannya hal ini akan melahirkan fitnah bagi dirinya dan rumah tangganya. Pekerjaan lain yang membuat dirinya lalai melakukan tugas rumah tangganya (tanpa menunjuk seseorang untuk mengurusnya/pembantu atau saudara) juga dilarang dalam agama. Bekerja (pekerjaan) tanpa izin keluarga dan atau suaminya juga merupakan larangan dalam agama Islam.” (Fatwa no. 4167 tanggal 11/11/1401 H). Wallahu A’lamu bish Shawab.

Delete this element to display blogger navbar

 
Baitulmal FKAM | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets,Menopause symptoms, and modified by Baitulmal FKAM | Email: baitulmalsolo@gmail.com | Kontak: Hp. 0897658655