Ada Pertanyaan? Hubungi Kami di 081 80 253 8484 atau kirim email ke redaksi@baitulmalfkam.com

Masuk Syurga Dengan Segelas Air

 Puncak ukhuwah adalah Itsar. Mendahulukan kepentingan saudaranya seiman dan seperjuangan dibandingkan kepentingan dirinya sendiri.
Ketika terjadi perang Yarmuk, perang yang terjadi antara kaum muslimin melawan pasukan Romawi (Bizantium), negara super power saat itu, tahun 13 H/ 634 M. Pasukan Romawi dengan peralatan perang yang lengkap dan memiliki tentara yang sangat banyak jumlahnya dibandingkan pasukan kaum muslimin, 5 banding 1. Pasukan Romawi berjumlah sekitar 240.000 orang dan kaum muslimin 45.000 orang dibawah komando Panglima Khalid bin Walid.
Dalam perang Yarmuk, pasukan Romawi memiliki tentara yang banyak, pengalaman perang yang mumpuni, peralatan perang yang lengkap, logistik lebih dari cukup, dapat dikalahkan oleh pasukan kaum muslimin, dengan izin Allah. Ini adalah bukti yang nyata bahwa sesungguhnya kemenangan itu bersumber dari Allah semata.
Maka kalau ingin menang dan berkah, mendekatlah dan carilah keridhaan Allah swt dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Kemenanganmu itu hanyalah dari Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS: Ali Imran/3 : 126).
Setelah perang selesai dan dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin, di medan Yarmuk beberapa pejuang Islam sahabat Rasulullah saw tergeletak dengan badan penuh luka. Mereka adalah Ikrimah bin Abi Jahal, di sekujur tubuhnya tidak kurang ada 70 luka, Al Harits bin Hisyam (paman Ikrimah) dan Ayyasy bin Abi Rabi’ah (dalam riwayat lain Suhail bin ‘Amru).
Saat ketiganya sedang dalam keadaan kritis dan kehausan, datanglah seseorang yang membawakan secawan air untuk mereka. Ketika air akan diberikan kepada Al Harits dan hendak diminumnya, dia melihat Ikrimah yang sedang kehausan dan sangat membutuhkan, maka dia berkata, “Bawa air ini kepadanya!”.
Air beralih ke Ikrimah putra Abu Jahal, ketika dia hendak meneguknya, dilihatnya Ayyasy yang terluka parah, maka dia berkata, “Berikan ini kepadanya!”.
Air beralih lagi kepada Ayyasy, belum sempat air diminum, dia sudah keburu syahid. Maka orang yang membawa air bergegas kembali kepada kedua orang yang membutuhkan air minum, akan tetapi ketika ditemui keduanya juga sudah syahid.
Subhanallah, Allahu Akbar Walillahilhamd.
Begitu indahnya ukhuwah diantara mereka, itsar bagian dari kehidupannya, akhlak merupakan pakaiannya, prilaku yang patut dicontoh oleh generasi sesudahnya. Mampukah kita meneladani mereka dengan melepas apa yang kita miliki untuk sekadar mengurangi duka saudara kita di Palestina?

Delete this element to display blogger navbar

 
Baitulmal FKAM | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets,Menopause symptoms, and modified by Baitulmal FKAM | Email: baitulmalsolo@gmail.com | Kontak: Hp. 0897658655