Ada Pertanyaan? Hubungi Kami di 081 80 253 8484 atau kirim email ke redaksi@baitulmalfkam.com

Alhamdulillah, Cukup…

Beberapa saat yang lalu, kantor pusat BaitulMal FKAM kedatangan tamu dari Bank Muamalat. Sebagai tuan rumah kami pun menyambut mereka dengan semampu kami, sekadarnya saja. Pembicaraan demi pembicaraan renyah terdengar. “Pak, maaf kami baru tahu kantor BaitulMal hari ini,” kata mereka. Kami pun mengulas senyum kecil.
Salah seorang dari mereka nyeletuk, “Kami tidak menyangka lho pak, kalau kantor BaitulMal ternyata tidak sebesar yang kami bayangkan. Kalau melihat majalahnya saya kira kantornya paling tidak ya dua lantai lah….” Bertambah lebarlah senyum kami. “Jangan salah, kantor kami memang dua lantai.” Sahut seorang dari kami dengan nada bercanda seraya menunjuk ke atas ke arah loteng ukuran 5x5 m yang dipakai untuk gudang.
Ya, memang beginilah kondisi kantor BaitulMal, ini pun sudah alhamdulillah ada orang yang mau mendermakan rumahnya untuk kami tempati sementara. Cukup untuk ngantor beberapa orang dan cukup untuk mengerjakan aktivitas harian BaitulMal. Saat ini memang demikian adanya, akan tetapi insya Allah tidak akan mengurangi semangat kami untuk terus mengembangkan lembaga umat ini.
Sempat terdengar pula seorang teman mengungkapkan pertanyaan yang senada, “Ternyata kantor BaitulMal di bagian belakang toko samping masjid itu ya? Saya tidak menyangka kalau di situ kantornya sebab tidak ada papan namanya.” Demikian ujarnya. Benar sekali yang dikatakannya, kantor BaitulMal tidak kelihatan seperti kantor sebagaimana umumnya. Tidak ada papan nama kecuali hanya sticker kecil yang menempel di dinding depan toko, itupun alhamdulillah masih kuat lemnya. Kalau plakat besar yang nangkring di pinggir jalan Slamet Riyadi itu pun kita hanya menumpang tempat saja.
Ya, memang tidak dapat dipungkiri, kami tetap berkeinginan paling tidak mendapatkan kantor yang lebih nyaman, kondusif, dan tentunya lebih layak jika ada tamu singgah ke kantor BaitulMal FKAM. Akan tetapi, itu semua mungkin terlalu jauh. Sekarang yang ada di hadapan kami, alhamdulillah sudah cukup….
Kalau kita berpikir sejenak, ketika mencermati bagaimana kehidupan Rasulullah n yang demikian sederhananya, muncul rasa bangga yang luar biasa bahwa kami dapat mencoba untuk mencontoh beliau dan sama sekali bukan sebagai pembenaran tentang kondisi kami.
Akan tetapi, dalam lintasan rasa bangga tersebut, muncul pula rasa malu luar biasa, mengapa? Sebab kesederhanaan yang dijalani Rasulullah n itu karena memang beliau menginginkannya, yang sebenarnya kalau beliau menginginkan semua kenikmatan duniawi pastilah dapat teraih. Sedangkan kami, benarkah kesederhanaan yang ada dalam diri kami murni benar-benar mencontoh beliau?! Jangan-jangan karena memang tidak punya? Innalillâhi wa inna ilaihi râji’ûn.
            Alangkah luar biasa keteladanan Rasulullah n, tidak ada manusia satu pun di dunia ini yang kezuhudannya terhadap dunia melebihi beliau. Ya Allah, mudahkan kami untuk mencontoh beliau n.

Delete this element to display blogger navbar

 
Baitulmal FKAM | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets,Menopause symptoms, and modified by Baitulmal FKAM | Email: baitulmalsolo@gmail.com | Kontak: Hp. 0897658655