Ada Pertanyaan? Hubungi Kami di 081 80 253 8484 atau kirim email ke redaksi@baitulmalfkam.com

Kembalikan Hak Kepada Pemiliknya

Fir’aun, seorang raja yang sangat ingkar kepada Allah l. Kezalimannya sudah melampaui batas, kelakuannya sangat keji, ia membunuh setiap bayi laki-laki karena khawatir kelak menjadi penentangnya. Bahkan ia mengaku sebagai sesembahan dan memaksa manusia untuk menyembahnya. Fir’aun telah mengambil hak yang paling mendasar dari rakyatnya, yakni hak untuk beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya. Allah pun mengazabnya dan mengabadikan kisahnya di dalam Al-Qur’an agar manusia dapat mengambil pelajaran dari peristiwa itu dan tidak menjadi generasi penerus kebejatannya.
Kepemimpinan Fir’aun telah lama hilang di muka bumi ini, meski demikian, sifat-sifatnya terwarisi oleh orang-orang yang jauh dari hidayah Allah l. Muncullah para pemimpin yang zalim, yang suka mengambil hak rakyat untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Mereka mengelabui rakyat dengan seperangkat hukum dan aturan yang telah mereka buat sendiri sehingga banyak rakyat yang telah terzalimi secara sadar ataupun tidak.
Demikianlah, hukum Allah sengaja tidak digunakan dengan berbagai alasan. Diganti dengan aturan buatan manusia yang jelas-jelas tidak sebanding dengan aturan Allah l. Rakyat pun mengiyakan sebab banyak yang jauh dari ilmu din, tersesat dengan angan kosong yang dijanjikan oleh para pemimpin. Akibatnya, berkah dari langit tidak mau turun dan bumi pun masih menahannya, justru yang muncul adalah bencana demi bencana.
Dalam petikan pidato saat mengawali jabatan sebagai khalifah, Abu Bakar Ash-Shidiq mengatakan, “...Kejujuran adalah amanah, sementara dusta adalah suatu pengkhianatan. Orang yang lemah di antara kalian sesungguhnya kuat di sisiku hingga aku dapat mengembalikan haknya kepadanya Insya Allah. Sebaliknya siapa yang kuat di antara kalian maka dialah yang lemah di sisiku hingga aku akan mengambil darinya hak milik orang lain yang diambilnya....”
Abu Bakar Ash Shidiq telah berazam sejak semula ketika melanjutkan memimpin  ummat setelah Rasulullah n wafat. Jika melihat hak seseorang diambil oleh orang yang tidak mempunyai hak atasnya, beliau akan mengambilnya dan mengembalikannya, tidak peduli walaupun seseorang itu kaya, keturunan bangsawan, dan memiliki kekuasaan.
Begitu pula dengan Umar bin Khaththab yang telah ditunjuk oleh Abu Bakar Ash-Shidiq untuk menggantikan posisinya sebagai Khalifah. Umar dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab dengan sebenar-benarnya. Sejarah mencatat bahwa Umar bin Khattab selalu memantau kesejahteraan rakyatnya, beliau sering berjalan di tengah malam hanya untuk melihat apakah ada orang yang masih menderita.
Suatu malam dia mendengar rintihan anak kecil dalam sebuah keluarga yang miskin tidak mempunyai apa-apa, untuk makan saja mereka tidak punya. Sang ibu pun menanak batu untuk menenangkan anaknya. Ketika sang anak bangun ibu mengatakan bahwa sebentar lagi makanan sudah masak kemudian anak kembali terlelap.
Mendengarnya, Umar bin Khaththab menangis tersedu, amat sangat sedih dan menyesal mengapa masih ada warganya yang mengalami nasib yang begitu menyedihkan. Tak lama kemudian ia segera pergi ke Baitulmal, mengambil sekarung gandum dan memanggulnya sendiri untuk menolong rakyatnya tersebut.
Syahdan, Umar bin Khaththab berjalan bersama pembantunya dengan mengenderai seekor unta menuju bumi Palestina untuk mengambil kunci Baitul Maqdis. Beliau pun berbagi dengan pembantunya ketika menaiki kendaraan. Jika khalifah di atas, pembantu berjalan mengiringi khalifah, dan jika pembantu di atas kendaraan, khalifah berjalan mengiringi pembantunya. Sehingga sewaktu mereka sampai ke Baitul Maqdis, para penjemput pun tidak mengetahui yang mana khalifah sebenarnya, sebab pada waktu itu Khalifah Umar berjalan kaki mengiringi unta khalifah yang sedang ditunggangi oleh pembantunya.
Penjemput khalifah Umar juga tidak dapat membedakan mereka sebab pakaian khalifah sama dengan pakaian pembantunya. Umar melakukan hal demikian sebab dia tidak ingin mendzalimi pembantunya dan juga tidak ingin mendzalimi untanya. Sedangkan zuhudnya Umar telah terbukti pada waktu kekhalifahan Islam terbuka di tangannya dengan penaklukan seluruh semenanjung Arab dan berlimpahnya harta kekayaan negara, tetapi Umar tetap hidup dengan sederhana, sehingga sejarah menyatakan bahwa khalifah Umar setiap kali makan maka beliau hanya makan roti keras dengan minyak samin, dan hanya memakan delapan kali suap.
Begitu takutnya Umar bin Khattab dengan amanah yang dipegang sehingga beliau pernah berkata, “Seandainya ada seekor unta yang masuk ke suatu lubang di tengah jalan kota Baghdad, maka aku akan bertangungjawab dan akan ditanya oleh Allah Taala pada hari kiamat nanti.” Bayangkan, khalifah Umar bin Khattab mengurus pemerintahannya dari kota madinah, tetapi kekhalifahannya sampai ke kota Baghdad, dan dia merasa jika ada seekor unta yang terperosok ke dalam lubang di jalan-jalan kota Baghdad, maka nanti walaupun dia berada di Madinah, Allah juga akan mempertanyakan tugasnya dan menghukum keteledorannya sebab tidak mengetahui ada lubang di kota Baghdad yang telah mencederai seekor unta.
Begitu pula dengan sahabat Rasulullah n yang lain. Mereka menjauhi posisi sebagai pemimpin karena mengetahui betul beratnya tanggung jawab sebagai pemimpin yang tidak di pertanggungjawabkan di dunia saja tetapi juga di akhirat, dan itulah yang lebih berat.
Abdurrahman bin Auf pernah diminta oleh seseorang agar ia berbicara di depan khalayak untuk mencari dukungan dari rakyat setelah meninggalnya Khalifah Umar bin Khaththab. Namun ia menolak dengan tegas. Kalau pun ia menginginkan kekuasaan itu tentulah ia bisa dapatkan sebab ia menjadi anggota Ahlul Halli wal Aqdi pada masa itu. Namun itu semua tidak dilakukannya.
Begitulah sikap kepemimpinan seorang muslim, merasa bertanggungjawab atas segala amanah yang diterimanya dan memberikan sepenuhnya hak-hak rakyatnya. Lantas bagaimana dengan kaum muslim hari ini yang menang dalam pilihan umum dan menjadi  anggota DPR? Jika Umar yang telah dijamin surga masih takut ditanyai Allah tentang unta yang kakinya terperosok ke dalam lubang, bagaimana pertanyaan Allah kepada wakil rakyat yang megaku mewakili rakyat? Silakan bersiap-siap untuk ditanya oleh Allah kelak.
Hati khalifah menjadi tidak tenang hanya karena mendengar berita tentang seekor unta terperosok kakinya ke dalam lubang yang ada di jalan. Membuatnya segera beristigfar memohon ampun kepada Allah, introspeksi diri, dan secepatnya mengambil tindakan agar tidak ada lagi seekor unta pun—terlebih manusia—yang terperosok ke dalam lubang untuk yang kedua kalinya.
Namun, jika kita lihat zaman sekarang yang terjadi sungguh sangat berbeda. Tak hanya binatang yang terperosok ke dalam lubang jalanan yang rusak, tetapi manusia, tak hanya satu bahkan sudah sering kita dengar berita seseorang yang tewas di jalan hanya gara-gara jalan rusak. Saat ini, banyak sekali hak yang disia-siakan, seakan seorang pemimpin meminta agar dipilih, rakyat pun memilihnya sebagai pemimpin, ternyata justru ia mengkhianati rakyat. Banyak amanah yang terabaikan.
Amanah kepemimpinan yang teramat berat itu sekarang menjadi rebutan. Ia dianggap hanya dipertanggungjawabkan di dunia saja, itu pun mereka bisa berupaya mempolitisirnya. Padahal di luar itu semua pastilah terdapat pertenggungjawaban yang luar biasa beratnya, yakni saat peradilan akhirat. Segala sesuatu yang telah dikerjakan akan ditanyakan, bahkan ketika kita sendiri telah lupa tentang kesalahan kita, namun semuanya akan menjadi jelas bahwa itu semua telah kita lakukan.
Pada hari itu mereka semuanya dibangkitkan Allah, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah menghitungnya (semua amal perbuatan itu), meskipun mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. (QS. Al-Mujâdilah: 6).

Bacaan:
Ibnu Katsir, Al Bidayah wan Nihayah, Cet. ke-3. Darul Haq, 2004.
ipamsu.com

Delete this element to display blogger navbar

 
Baitulmal FKAM | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets,Menopause symptoms, and modified by Baitulmal FKAM | Email: baitulmalsolo@gmail.com | Kontak: Hp. 0897658655