Ada Pertanyaan? Hubungi Kami di 081 80 253 8484 atau kirim email ke redaksi@baitulmalfkam.com

MEMBANGUN UMAT DENGAN ZAKAT (Menyukseskan Gerakan Zakatisasi)

            Dalam sebuah kajian, seorang ustadz pernah menyampaikan, yang intinya, bila penduduk muslim Indonesia berjumlah lebih kurang 200 juta jiwa dan 1/8 saja dari jumlah itu (25 juta jiwa) berinfak 100 rupiah dalam sehari, maka umat Islam Indonesia bisa mengumpulkan dana 2,5 M dalam sehari, coba kita kalikan sebulan, dan coba  kita kalikan setahun.
Itu bila umat Islam berinfak 100 rupiah perhari, lantas bagaimana jika mereka berinfak lebih dari itu dalam sehari, tentunya jumlahnya sangat fantastis. Yang menjadi pertanyaan besar bagi kita semua adalah siapa yang siap dan mau mengumpulkan dana umat Islam yang 100 rupiah itu perhari?
Ibarat sekawanan tikus yang telah bersepakat untuk meletakkan sebuah lonceng pada leher kucing, sehingga kedatangan kucing dapat dideteksi sejak dini, dan para tikus dapat selamat dari terkaman maut si kucing. Tetapi, ketika seekor tikus senior bertanya kepada sekawanan tikus tersebut, siapakah yang akan meletakkan lonceng tersebut pada leher kucing? Sekawanan tikus itu pun terdiam berputus asa.
Itulah problem kita hari ini. Potensi zakat sangat besar bagi kaum muslimin dan itu kita akui dan sepakati, namun siapakah yang akan memulainya semua itu? Untuk itu, dalam kajian kali ini kita akan membahas tentang definisi zakat dan besarnya manfaat zakat bagi kaum muslimin, baik yang berzakat maupun yang menerima zakat tersebut.
Pengertian zakat
Secara bahasa, menurut para ulama, zakat memiliki dua pengertian; pertama, bertambah (subur), dan membersihkan. Kedua makna tersebut tidak saling bertentangan bahkan saling menguatkan satu sama lainnya.
Pertama, zakat yang dikeluarkan oleh seorang muslim selain akan menambah dan menyuburkan hartanya, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah n :
مَا نَقَصَ مَالٌ مِنْ صَدَقَةٍ
"Tidak akan berkurang harta seseorang karena sedekah (tetapi justru bertambah."
Dalam Al-Qur'an Allah l memberikan kabar gembira kepada kaum mukminin dengan firman-Nya :
“Perumpamaan (infak yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)
            Zakat, sedekah, dan infak yang dikelurkan oleh seorang muslim di jalan Allah tidak akan mengurangi hartanya sedikipun, walaupun secara kasat mata harta itu berkurang, tapi dalam pandangan Allah, harta itu bertambah dan semakin subur.
            Kedua: zakat tersebut akan membersihkan harta dan jiwa seorang muslim tersebut. Dengan zakat harta seorang muslim menjadi bersih, karena dalam harta yang dimiliki oleh seorang muslim terdapat harta fakir-miskin dan orang-orang yang tidak mampu. Dengan zakat pula jiwa seorang muslim menjadi bersih dari sifat kikir dan kesombongan, yang merupakan dua tabiat yang paling disukai oleh setan dan paling dibenci oleh Allah l.
            Adapun secara istilah, sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, zakat adalah sebuah kewajiban dari Allah Subhanahu wa Ta'ala atas harta orang-orang mukmin yang telah memenuhi nishab (kadar) dan syarat-syaratnya untuk dikeluarkan kepada mereka yang berhak untuk mendaptkannya (mustahiq).
            Allah l berfirman :
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui." (QS. At-Taubah : 103)
Juga firman-Nya :
            "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya, dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (QS. Al-Baqarah : 267)
            Serta firman-Nya :
            "…Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat…" (QS. Al-Muzammil : 20)
            Manfaat zakat bagi seorang muslim
            Syaikh Abdul Aziz bin Bazz -rahimahullahu Ta'ala- pernah menulis beberapa manfaat zakat bagi kehidupan seorang muslim di antaranya :
            Pertama : Menguatkan ikatan kasih sayang di antara orang yang kaya dan orang yang miskin, karena jiwa itu ditakdirkan untuk mencintai siapa yang berbuat baik kepadanya.
Kedua : Membersihkan dan menyucikan jiwa serta menjauhkannya dari sifat kikir, sebagaimana Al-Qur’an mengisyaratkan hal ini dalam firmanNya.
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah : 103)
Ketiga : Membiasakan seorang muslim memiliki sifat dermawan dan lemah lembut kepada orang yang membutuhkan.
Keempat : Mendatangkan keberkahan, tambahan dan pengganti, sebagaimana firmanNya :
"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba' : 39).
Dan sabda Nabi:
"Allah Subhanahu wa Ta’ala befirman, Wahai anak Adam, nafkahkan (hartamu), maka Aku akan memberi nafkah kepadamu.”
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengaruniakan kita harta yang banyak dan mengaruniakan pula hati yang senantiasa ingin mendermakannya di jalan-Nya. Wallahu A'lamu bish Shawab.
            Reference :
1.      Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi.
2.       Al-Jihad bil Maal fie Sabilillah, Syaikh DR. Nawaf Takruri.
3.       www.almanhaj.or.id.
4.       Dan lain-lain.

Delete this element to display blogger navbar

 
Baitulmal FKAM | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets,Menopause symptoms, and modified by Baitulmal FKAM | Email: baitulmalsolo@gmail.com | Kontak: Hp. 0897658655