Ada Pertanyaan? Hubungi Kami di 081 80 253 8484 atau kirim email ke redaksi@baitulmalfkam.com

Negeriku, Bagaimana Nasibmu?

Beberapa saat yang lalu, negeri kita telah menyelenggarakan pemilu, oleh sebagian masyarakat seakan ia dijadikan hari raya selain hari raya-hari raya agama. Media massa pun terlihat bersaing untuk menyajikan pemberitaannya. Pada intinya, ia dimaksudkan untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga legeslatif, baik tingkat pusat, propinsi maupun kabupaten.
Wakil rakyat tersebut dianggap sebagai representasi dari rakyat secara umum dan diharapkan bisa membawa aspirasi masyarakat. Kebanyakan mayarakat pun ikut memilih tentunya dengan beragam alasan. Ada yang menginginkan untuk “memperjuangkan” agama, perbaikan kondisi ekonomi negara, ada yang berharap agar caleg yang berasal dari daerahnya bisa memakmurkan daerahnya sendiri, ada juga yang sekadar ikut-ikutan, bahkan ada yang memilih asalkan mendapat “hadiah” serangan fajar, dan masih banyak lagi alasan-alasan yang lain.
Beragam alasan tersebut beraduk menjadi satu dalam acara pentas demokrasi tersebut. Banyak di antara mereka yang tidak tahu menahu tentang kepribadian caleg pilihannya. Apakah orangnya “baik” atau “jahat”. Yang jelas ketika alasan-alasan tersebut terlintas dalam benak mereka, atau berada di hadapan mereka seakan sudah menjadi justifikasi kebenaran bagi pilihannya.
Padahal media massa mengakui, banyak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang telah menyiapkan ruang-ruang VIP untuk merawat para caleg yang tidak terpilih sehingga stres sebagaimana pemilu sebelumnya. Ternyata hal itu pun terbukti. Beberapa saat yang lalu, seorang caleg mengalami depresi karena tidak terpilih padahal ia telah mengeluarkan biaya ratusan juta rupiah, bahkan ada pula yang tewas seketika setelah melihat perolehan suaranya beberapa saat saja sebelum penghitungan suara berakhir, dan masih banyak lagi kejadian memilukan baik yang terungkap media maupun yang tidak. Berarti sejarah kelam pemilu lalu telah berulang.
Tentunya kita tidak bisa membayangkan, apa jadinya negeri ini jika memiliki wakil-wakil rakyat yang bermental seperti itu? Beberapa saat yang lalu mereka mengumbar janji akan membawa rakyat kepada kemakmuran, kesejahteraan, dan kedamaian, akan tetapi ternyata sekarang sudah masuk rumah sakit jiwa, na’udzubillahi min dzalik.
            Mestinya kita bisa berpikir dengan kepala dingin. Apabila mereka memelihara jiwanya saja tidak bisa lantas bagaimana mungkin ia dapat mewakili jutaan bahkan ratusan juta rakyatnya? Apa yang akan terjadi dengan negeri kita jika demikian?

Delete this element to display blogger navbar

 
Baitulmal FKAM | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets,Menopause symptoms, and modified by Baitulmal FKAM | Email: baitulmalsolo@gmail.com | Kontak: Hp. 0897658655