Ada Pertanyaan? Hubungi Kami di 081 80 253 8484 atau kirim email ke redaksi@baitulmalfkam.com

RUKHSHAH SEBUAH ANUGERAH YANG TERZALIMI (Bagian 1)

Syariat Islam merupakan rahmatan lil'alamin, rahmat untuk semesta alam. Akan tetapi, terkadang kerahmatannya disalahgunakan oleh sebagian kaum muslimin untuk mengais keuntungan dunia dengan menjual ayat-ayat Allah atas nama rahmatan lil'alamin. Hal ini dapat menjerumuskan seorang muslim ke dalam kekufuran.
Di antara rahmat syariat Islam ialah untuk memberikan kemudahan dan menghilangkan kesukaran. Salah satu bentuk kemudahan tersebut ialah dengan adanya rukhshah, yakni keringanan yang khusus dalam ibadah-ibadah tertentu bagi orang-orang tertentu pula. Dalam rubrik ini, akan kita bahas pengertian rukhshah dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari bagi kaum muslimin.

Permudahlah dan Jangan Memberatkan
Allah l berfirman, "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) pada bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."
Dalam ayat ini, Allah l menegaskan bahwa syariat yang diturunkan oleh-Nya adalah memberikan kemudahan kepada umat manusia dan bukan memberatkan mereka. Tetapi, tidak sedikit kaum muslimin yang memberat-beratkan diri mereka dan melemparkan diri mereka ke dalam kebinasaan.
Karenanya, ketika Rasulullah n mendengar berita bahwa ada tiga orang sahabat beliau yang ingin shalat terus menerus tanpa beristirahat, ingin berpuasa terus menerus tanpa berbuka, dan ingin beribadah terus menerus tanpa menikah, maka beliau sangat marah, dan mengingatkan para sahabat tersebut bahwa beliau n adalah manusia yang paling bertakwa dan paling takut kepada Allah l di muka bumi ini. Kemudian beliau bersabda, "Tetapi, aku shalat dan akupun beristirahat, aku berpuasa dan aku berbuka, dan menikah dengan wanita. Maka barangsiapa yang membenci sunnahku, maka dia bukan golonganku."
Perhatikanlah, bagaimana Rasulullah n mendidik para sahabatnya bahwa perilaku memberat-beratkan diri sehingga mencampakkan seseorang ke dalam kebinasaan bukanlah dari sunnah dan tuntunan beliau.
Lantas bagaimana dengan sekelompok kaum muslimin berzikir dengan suara mekik-mekik, meraung-raung, membuatnya kepayahan, suaranya habis, tidak tidur malam, dianggap sebagai sunnah Rasulullah dan tuntunannya? Demikian pula seseorang melaksanakan shalat dengan seribu rakaat, membaca surat Al-Fatihah seribu kali, membaca surat Al-Ikhlash seribu kali, membaca ayat kursi seribu kali, dianggap ajaran Rasulullah dan sunnahnya.
Justru mereka telah menyelisihi sunnah Rasulullah yang menyukai kemudahan, pertengahan dan tidak berlebih-lebihan. Rasulullah n bersabda:
            إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ
"Sesungguhnya dien ini (Islam), adalah dien yang memberikan kemudahan." (HR. Al-Bukhari).
Beliau juga bersabda:
            أَحَبُّ الدِّينِ إِلَى اللَّهِ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ
"Amalan Islam yang paling disukai oleh Allah ialah amalan yang memberikan kemudahan dan toleransi." (HR. Al-Bukhari).
Jadi jelaslah bahwa salah satu karakteristik dien ini ialah memberikan kemudahan dan menghilangkan kesukaran dan keberatan. Karenanya, Allah l berfirman:
"Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. At-Taghabun : 16)

Definisi Rukhshah
Rukhshah secara bahasa adalah keringanan atau kemudahan. Secara istilah rukhshah adalah sebuah hukum tetap yang menyelisihi dalil syar'i dikarenakan ada sebab-sebab yang rajih.
Imam Ar-Razi mengatakan, “Rukhshah adalah sesuatu yang boleh dikerjakan atau dilaksanakan sekalipun pada hukum asalnya perbuatan itu dilarang. Imam Al-Hindi mengatakan, “Rukhshah adalah meninggalkan atau mengerjakan sesuatu yang pada hukum asalnya dilarang dikarenakan ada sebab-sebab yang rajih.”
Di dalam Al-Qur'an dan sunnah telah disebutkan beberapa keringanan kepada kaum muslimin apabila terpenuhi syarat dan sebab-sebabnya. Dan Allah l sangat suka apabila keringanan-keringanan yang telah Dia berikan dan tetapkan dijalankan dan dilaknakan oleh hamba-Nya.
Rasulullah n  bersabda:
            إنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى رُخَصُهُ كَمَا يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى عَزَائِمُه       
"Sesungguhnya Allah suka apabila keringanan-keringanan dari-Nya dilaksanakan sebagaimana Dia suka 'azimah-Nya dilaksanakan."
      
Sikap umat Islam terhadap rukhshah
Dalam masalah rukhshah kaum muslimin terbagi kepada tiga kelompok. Pertama: Kelompok yang berlebih-lebihan dalam menyikapi rukhshah. Mereka sering meninggalkan yang wajib atau bahkan mengerjakan yang haram karena alasan rukhshah, padahal sebab-sebab dan syarat-syaratnya belum terpenuhi dengan sempurna. Bahkan kelompok ini sering mencari-cari rukhshah, padahal dia bukanlah orang yang berhak untuk mengamalkan rukhshah tersebut.
Kedua: Kelompok yang meremehkan rukhshah. Kelompok ini tidak peduli dengan keringanan-keringanan yang telah Allah berikan kepada mereka, sekalipun terpenuhi syarat dan sebab-sebabnya. Menurut mereka, mengambil keringanan adalah bentuk peremehan terhadap agama Allah dan mempermainkannya. Kelompok ini jelas berada dalam kekeliruan yang nyata.
Ketiga: Kelompok yang berada antara yang berlebih-lebihan dan yang meremehkan. Mereka mengambil keringanan yang telah Allah dan Rasul-Nya berikan sesuai dengan sebab dan syarat-syarat yang telah disepakati oleh para ulama. (bersambung, insya Allah).

Delete this element to display blogger navbar

 
Baitulmal FKAM | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets,Menopause symptoms, and modified by Baitulmal FKAM | Email: baitulmalsolo@gmail.com | Kontak: Hp. 0897658655