Ada Pertanyaan? Hubungi Kami di 081 80 253 8484 atau kirim email ke redaksi@baitulmalfkam.com

Sedekah Pelembut Hati

Abad 21, suatu masa ketika manusia dihadapkan dengan kehidupan yang ganas, hedonis dan materialis, seakan-akan segalanya harus terukur dengan uang dan materi. Banyak manusia yang meninggalkan Islam yang seharusnya dipegang erat dalam menghadapi kehidupannya yang semakin melalaikan.
Rasulullah l bersabda, “Hampir-hampir kefakiran dapat menyebabkan kekufuran.” Kefakiran merupakan salah satu cobaan yang berat dari Allah l, sampai-sampai Rasulullah n menyatakan demikian. Seseorang yang fakir, tidak mempunyai apa-apa, akan kesulitan jika diminta untuk bersedekah sehingga terdapat satu kebaikan yang sulit mereka laksanakan. Oleh karena itu, Rasulullah n memberikan tuntunan doa kepada kita agar terhindar dari kefakiran. Pepatah pun mengatakan, “Orang yang tak punya, tak akan bisa memberi.” Orang yang tidak mempunyai harta tentunya akan kesulitan untuk memberi sedekah kepada orang lain berupa materi.
Kondisi demikian tidak jarang membuat seseorang menjadi kufur nikmat. Saking beratnya ujian tersebut, banyak manusia yang mencari jalan pintas. Mereka menjadi manusia yang keras hati dan menghalalkan segala cara asalkan keinginan mereka tercapai. Bagi banyak orang, kerasnya kehidupan ternyata dapat berakibat mengerasnya hati, menjadi kufur, dan sulit bagi mereka menerima kebenaran, kecuali bagi mereka yang dirahmati Allah l. Meskipun fakir apabila tetap bersabar, Allah l akan mencurahkan kebaikan yang demikian besar kepada mereka.
Sedekah Pelembut Hati
Abu Hurairah zmenjelaskan bahwa Rasulullah n bersabda, "Setiap anggota badan manusia diwajibkan mengeluarkan sedekah setiap hari di mana matahari terbit. "Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana kita dapat bersedekah?" Rasul menjawab, "Sesungguhnya pintu untuk berbuat baik itu sangat banyak. Bertasbih, bertakbir, dan bertahlil adalah sedekah; menyingkirkan duri di jalanan adalah sedekah; menolong orang tuli atau buta adalah sedekah; dan menunjukkan orang yang kebingungan, menolong dengan segera orang yang sangat memerlukan adalah sedekahmu terhadap dirimu."
Bertasbih, bertakbir, dan bertahlil yang diungkapkan dengan lisan, rasa khusyuk dalam hati, dan munajat kepada Allah merupakan sarana hebat agar seorang muslim tetap berhubungan dengan Sang Penguasa. Di dalamnya terdapat kekuatan yang dapat membantu untuk bersabar dan istiqamah. Berdzikir merupakan ibadah yang dapat dilakukan setiap saat. la juga merupakan motor yang tiada henti-hentinya bergerak membersihkan jiwa dari berbagai kotoran. Dzikir merupakan sedekah lesan. Dengannya, hati akan menjadi bersih dan lembut.
Rasulullah n mengajarkan kepada kita bagaimana menyayangi sesama dengan menyingkirkan duri dari tengah jalan, sebagai salah satu bentuk dari sedekah dan berpahala besar. Ketika kita berjalan dan mendapati duri di jalan, maka sebagai seorang muslim diperintahkan untuk menyingkirkannya, agar tidak ada yang terluka karena duri tersebut. Apabila sikap yang demikian sudah menjadi kebiasaan, itu menandakan bahwa hatinya penuh dengan kasih sayang terhadap makhluk Allah l.
Oleh karena itu Rasulullah n mengatakan bahwa menyingkirkan duri dari jalan merupakan salah satu bentuk sedekah kita kepada orang atau bahkan kepada makhluk lain, karena bisa jadi yang lewat di jalan tersebut bukan hanya manusia saja, akan tetapi juga binatang. Demikian contoh mulia dari Rasulullah n kepada umatnya sebagai ungkapan kasih sayang Rasulullah n kepada umatnya, agar umatnya mempunyai kelembutan hati sebagai seorang muslim.
Pernahkan kita mendengar ceramah seseorang dengan bahasa asing sehingga kita tidak paham dengan apa yang dia katakan? Mungkin kita hanya terdiam menunduk sampai berakhirnya ceramah. Kondisi demikianlah kira-kira yang dialami oleh orang yang tuli. Bahkan mereka lebih berat lagi, karena mereka menjumpai peristiwa seperti itu setiap hari dalam hidupnya.
Atau, mungkin kita juga pernah berjalan malam hari saat lampu padam. Seringkali kaki kita menyandung sesuatu yang dapat membuat kita tersungkur bila tidak hati-hati. Kira-kira demikianlah gambaran kondisi yang dialami para penyandang tuna netra. Bahkan jauh lebih berat karena mereka mengalaminya setiap hari dalam hidupnya.
Membantu mereka memberikan penjelasan kepada orang tuli dengan bahasa isyarat merupakan sedekah yang berpahala besar, demikian pula menuntun orang buta dan menunjukkan jalan mereka. Semua itu merupakan cerminan kasih sayang seseorang kepada orang lain yang membutuhkan. Semakin banyak membantu mereka, akan semakin melembutkan hati kita.
Pernahkan kita kesulitan mencari alamat seseorang? Setelah bertanya kepada seseorang, ia menjawab tidak tahu. Bertanya kepada yang lain, ternyata malah ditunjukkan ke arah yang salah hanya karena ada sikap kita yang kurang berkenan di hati mereka. Keadaan demikian akan membuat kita bingung. Setelah beberapa lama, tiba-tiba datang orang yang membantu kita menunjukkan jalan yang kita maksud bahkan mengantarkan kita ke alamat yang kita tuju. Pastilah sikap seseorang tersebut amat berkesan dalam hati kita dan kita tidak ingin melupakan jasa tersebut selamanya. Wajah sang penolong pun awet membekas dalam benak kita.
Rasulullah n mengajarkan agar kita menunjukkan jalan kepada seseorang yang kebingungan mencari jalan, dan itu juga merupakan sedekah bagi kita. Dengan menolong mereka, akan terjalin kasih sayang walaupun sebelumnya belum kenal sama sekali.
Demikian pula apabila kita menolong dengan segera orang yang memerlukan pertolongan. Itu juga merupakan sedekah yang berpahala besar. Walaupun tidak bisa memberi seseorang berupa materi, kita bisa menolong mereka dengan bantuan tenaga dan doa. Menyegerakan diri untuk membantu mereka yang membutuhkan sekaligus mendoakan mereka dengan kebaikan juga merupakan terapi yang efektif untuk melembutkan hati. Terlebih lagi apabila kita bisa menolong seseorang yang kesulitan ekonominya dengan sedekah harta kita.
Jangan Salah Memahami
Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa dengan sedekah maka hartanya akan berkurang bahkan bisa berakibat ia menjadi jatuh miskin. Mereka tidak peduli walaupun harta mereka telah menumpuk dan dapat memenuhi kebutuhan mereka seumur hidup, bahkan sampai tujuh turunan. Persangkaan tersebut amatlah keliru, sebab Allah l telah menjelaskan kepada kita dalam ayat-Nya yang mulia, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).
Allah akan memberikan balasan kebaikan kepada orang yang menyedekahkan hartanya di jalan Allah dengan 700 kali lipat dari yang ia sedekahkan itu. Adakalanya balasan itu diberikan oleh Allah l ketika seseorang tersebut masih di dunia sehingga semakin kayalah ia, dan kejadian seperti tidak jarang kita jumpai. Akan tetapi ketika balasan dari Allah l tidak kunjung datang, maka hendaknya kita tetap berbaik sangka kepada Allah l, karena boleh jadi Allah masih menangguhkannya, atau bahkan ditangguhkan hingga kelak pada hari pembalasan. Balasan itu adalah janji Allah, dan Allah tidak akan pernah mengingkari janji-Nya. Wallahu a’lam.

Bahan bacaan:
Ath-Tharîq ilal Qulûb, Abbas As-Siisi.

Delete this element to display blogger navbar

 
Baitulmal FKAM | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets,Menopause symptoms, and modified by Baitulmal FKAM | Email: baitulmalsolo@gmail.com | Kontak: Hp. 0897658655