Ada Pertanyaan? Hubungi Kami di 081 80 253 8484 atau kirim email ke redaksi@baitulmalfkam.com

Sederhana, Bersahaja

Kehidupan di dunia ini hanya sementara. Kenikmatan duniawi yang dirasakan di dalamnya hanya terasa beberapa saat saja, setelahnya akan hilang, kemudian akan berkurang dan lekas berganti dengan kepayahan. Hanya orang yang paham hakekat kehidupan dunialah yang mampu melepas belenggu duniawi tersebut dan mengubah orientasi kehidupannya kepada akhirat. Manusia yang paling memahami hakekat kehidupan dunia ini adalah Rasulullah n  beliau pulalah manusia yang paling memahami kehidupan akhirat atas wahyu Allah l.
Kepribadian beliau telah membuat takjub banyak orang, seakan mereka tidak percaya bahwa di dunia ini ada sosok manusia yang demikian sederhananya. Kehidupannya mampu mengubah corak perilaku manusia yang ada di sekitarnya menjadi manusia-manusia yang zuhud terhadap dunia, untuk mengejar kehidupan akhirat yang kekal. Sekelumit bahasan berikut semoga memberi kemudahan bagi kita untuk lebih memahami dunia sehingga lebih berhati-hati terhadapnya, serta menguatkan hati kita dalam menapaki jalan menuju kebahagiaan Akhirat.
Suatu ketika Khalifah Umar bin Khaththab a berkisah, “Aku masuk menemui Rasulullah n yang sedang berbaring di atas sebuah tikar. Aku duduk di dekat Beliau, lalu beliau menurunkan kain sarungnya dan tidak ada yang menutupi beliau selain kain itu. Terlihatlah tikar telah meninggalkan bekas di tubuh beliau. Kemudian aku melayangkan pandangan ke sekitar kamar beliau.
Tiba-tiba aku melihat segenggam gandum kira-kira seberat satu sha’ dan daun penyamak kulit di salah satu sudut kamar serta sehelai kulit binatang yang samakannya tidak sempurna. Seketika dua mataku meneteskan air mata tanpa dapat ku tahan melihat kesederhanaan beliau. Rasulullah n bertanya, ‘Apa yang membuatmu menangis, wahai putra Khaththab?’
Aku menjawab, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana aku tidak menangis tikar itu telah membekas di pinggangmu dan tempat ini aku tidak melihat yang lain dari apa yang telah aku lihat. Sementara raja Romawi dan Persia bergelimang buah-buahan dan harta sedangkan engkau adalah utusan Allah dan hamba pilihan-Nya hanya berada dalam sebuah kamar pengasingan seperti ini.’ Rasulullah n lalu bersabda, ‘Wahai putra Khaththab, apakah kamu tidak rela, jika akhirat menjadi bagian kita dan dunia menjadi bagian mereka?’” (HR. Muslim).
Umar bin Khaththab sangat takjub melihat kepribadian Rasulullah n, demikian sederhana pribadi beliau. Nun jauh di sana, para raja hidup dengan segala bentuk kemewahan duniawi, semua kebutuhan mereka tercukupi hanya dengan beberapa kalimat perintah saja. Para pelayan mengelilingi sang raja sembari sibuk menghibur dan melayani. Sampai tidur pun sang raja tetap diberi pelayanan yang serba memuaskan.
Umar bin Khaththab seorang lelaki perkasa bertubuh besar dan kekar ternyata memiliki kelembutan hati yang luar biasa. Beliau mengetahui di sana, para raja menikmati tempat tidur yang empuk dan indah yang memanjakan siapa saja yang berada di atasnya, sedangkan di hadapannya, sosok manusia yang paling mulia hanya tidur di atas tikar kasar yang membuat bekas disetiap kulit yang menindihnya.
Kelembutan hati sang Umar telah membuat bulir-bulir air mata ketulusan mengalir di kedua pipinya. Merasakan betapa hebatnya kesederhanaan seorang teladan terbaik yang tengah berada di hadapannya. Seorang utusan Allah dan hamba-Nya yang telah menceraikan dirinya dengan dunia, yang telah melepaskan semua jerat kenikmatan semu untuk mengharap kenikmatan yang kekal abadi di sisi-Nya, walaupun sebenarnya kalau menghendaki, semua kenikmatan dunia bisa beliau dapatkan. Akan tetapi, beliau mengatakan tidak. Beliau merelakan semuanya agar tidak menjadi penghalang kedekatan beliau dengan Ar-Rahman.
Suatu ketika Rasulullah n mengimami shalat. Para sahabat melihat gerakan beliau antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar dan lambat sekali. Mereka pun mendengar bunyi menggerutup seolah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah n bergeser antara satu sama lain. Setelah selesai shalat, Umar bin Al Khaththab segera bertanya, "Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah Anda menanggung penderitaan yang amat berat, sakitkah Anda ya Rasulullah?". "Tidak, wahai Umar. Alhamdulillah, aku sehat".
"Ya Rasulullah, mengapa setiap kali Anda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergeseran di tubuh Anda? Kami yakin engkau sedang sakit...!," desak Umar penuh cemas. Akhirnya Rasulullah n mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut beliau yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali beliau menggerakkan badannya.
"Ya Rasulullah! Apabila engkau menyatakan lapar dan tiada makanan, kami tidak akan mendapatkannya untuk engkau?". Lalu beliau menjawab dengan lembut, "Tidak para sahabatku. Aku tahu, walau dalam keadaan apa pun kamu akan korbankan demi Rasulmu. Tapi, apa yang harus aku katakan di hadapan Allah nanti apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya? Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah dari Allah untukku agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih kelaparan di akhirat".
Demikianlah, Rasulullah n sangat tawadhu' dan sederhana dalam makanan, pakaian dan tempat tinggalnya. Beliau berpakaian dan duduk di rumah sama seperti orang-orang biasa di sekitarnya. Tidak ada kemewahan. Padahal sejarah mencatatkan bahwa beliau sebagai orang yang memiliki penghasilan yang besar kalau diukur dengan zamannya. Selain sebagai seorang saudagar, Rasul pun mendapat hak atas ghanimah atau harta rampasan perang.
Allah l berfirman, "Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman" (QS. Al-Anfaal: 1).
Kalau kita buat perkiraan dari semua peperangan yang beliau terlibat dan besarnya ghanimah yang akan diperolehnya, maka harta yang menjadi hak beliau sangatlah besar. Sebagai sebuah gambaran, seperlima harta rampasan perang Hunain saja (yang menjadi hak beliau) mencapai 8.000 ekor kambing, 4.800 ekor unta, serta 30 gram perak. Ke mana perginya harta sebanyak itu? Sedikit saja harta yang sampai ke rumah beliau. Hampir seluruhnya dibagikan kepada fakir miskin dan orang-orang yang lebih memerlukan.
Ketika itu, Rasulullah n bersabda, "Sesungguhnya harta itu hijau dan manis. Barangsiapa mengambilnya dengan kedermawanan hati, maka akan diberkahi; barang siapa mengambilnya dengan keserakahan, maka tidak akan diberkahi. (Jika tidak diberkahi, maka dia) seperti orang yang makan, tapi tidak pernah kenyang. Tangan di atas (memberi) lebih baik dari tangan di bawah (diberi)." (HR. Muslim).
Sungguh Allah l telah berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا.
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagi kamu untuk siapa saja yang mengharapkan balasan Allah di hari akhirat nanti dan mereka yang mengingat Allah sebanyak-banyaknya." (QS. Al-Ahzab: 21).
William Moir, seorang pujangga yang berasal dari Perancis, mengungkapkan kekagumannya kepada pribadi Rasulullah n, "Sederhana dan mudah adalah gambaran hidupnya. Perasaan halus dan adabnya adalah sifat yang paling menonjol dalam pergaulan beliau dengan pengikutnya yang paling bawah sekalipun. Tawadhu', sabar, penyayang dan mementingkan orang lain lagi dermawan adalah sifat yang selalu menyertai pribadinya dan menarik simpati orang-orang di sekitarnya."
             Subhânallah! Jika orang yang kafir saja kagum dengan akhlak Rasulullah n di dalam kehidupannya, tentunya kita yang mengaku sebagai orang yang beriman kepada Allah l dan Rasulullah n tidak hanya kagum saja, tapi juga menjadikan akhlak dan perilaku Rasulullah n sebagai teladan dan panduan dalam kehidupan kita. (Dari beberapa sumber).

Delete this element to display blogger navbar

 
Baitulmal FKAM | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets,Menopause symptoms, and modified by Baitulmal FKAM | Email: baitulmalsolo@gmail.com | Kontak: Hp. 0897658655