Ada Pertanyaan? Hubungi Kami di 081 80 253 8484 atau kirim email ke redaksi@baitulmalfkam.com

Tiada Lagi Penerima Zakat

Saat raja-raja Arab satu persatu masuk Islam, tersebutlah raja yang dengan terus terang tetap menolak. Dialah Adi bin Hatim, seorang raja yang berkuasa di daerah Tha’i. Hingga saat saudara perempuannya tertawan oleh pasukan Rasulullah n, Adi bin Hatim mengirim orang untuk menjemputnya. Setelah kembali, saudara perempuannya justru menyalahkan Adi bin Hatim, “Engkau telah berlaku zalim dengan meninggalkan aku dan ayah”. Lalu dia minta Adi bin Hatim untuk menemui Rasulullah atas ‘pembebasan’ dirinya. Sebagai Raja yang berwibawa, Adi datang menemui Muhammad n di Madinah.
Rasulullah n bertanya, "Bukankah Anda memungut pajak dari rakyat seperempat penghasilan mereka. Bukankah itu tidak halal menurut agama Anda?" Jawab Adi, "Betul". Kemudian, beliau berkata, "Wahai 'Adi, agaknya Anda enggan masuk Islam karena kenyataan yang Anda lihat tentang kaum Muslimin, bahwa mereka miskin. Demi Allah! Tidak lama lagi harta akan berlimpah-ruah di kalangan mereka, sehingga susah di dapat orang yang mau menerima sedekah. Atau barangkali Anda enggan masuk agama ini karena kaum Muslim sedikit jumlahnya sedangkan musuh-musuh mereka banyak. Demi Allah! Tidak lama lagi Anda akan mendengar berita seorang wanita datang dari Qadisiyah mengendarai unta ke Baitullah tanpa takut kepada siapa pun selain kepada Allah."
"Atau mungkin juga Anda enggan masuk Islam karena ternyata raja-raja dan para sultan terdiri dari orang yang bukan Islam. Demi Allah! Tidak lama lagi Anda akan mendengar Istana Putih di negeri Babil (Iraq) direbut kaum Muslim dan kekayaan Kisra bin Hurmuz pindah menjadi milik mereka." Adi bertanya kagum, "Kekayaan Kisra bin Hurmuz?" Jawab beliau, "Ya, kekayaan Kisra bin Hurmuz." Maka seketika itu juga Adi bin Hatim mengucapkan dua kalimah syahadat di hadapan beliau dan menjadi Muslim.
'Adi bin Hatim dikaruniai Allah usia panjang. Lalu 'Adi bercerita, "Dua perkara yang dikatakan Rasulullah sudah terbukti kebenarannya. Tinggal yang ketiga. Namun, itu pasti terjadi. Aku telah menyaksikan seorang wanita berkendaraan unta datang dari Qadisiyah tanpa takut kepada siapa pun, sehingga dia sampai ke Baitullah. Dan aku adalah tentara berkuda yang pertama-tama menyerang masuk ke gudang perbendaharaan Kisra dan merampas harta kekayaannya. Aku bersumpah demi Allah, yang ketiga pasti akan terjadi pula.”
         Allah pasti membuktikan setiap perkataan Nabi-Nya yang mulia. Peristiwa ketiga terjadi pada masa pemerintahan Khalifah 'Umar bin 'Abdul Aziz. Yakni, ketika kemakmuran merata di kalangan kaum Muslim. Saat itu setiap orang mencari-cari dengan susah payah orang yang berhak menerima zakat. Tetapi, mereka tidak mendapatkan orang yang mau menerima, karena kaum Muslim hidup berkecukupan seluruhnya. 
Memang benar ucapan Rasulullah n dan tepat pula sumpah yang diucapkan 'Adi bin Hatim. Semoga Allah meridhainya. Dan kita tentu makin meyakini, sejarah itu segera terulang!

Delete this element to display blogger navbar

 
Baitulmal FKAM | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets,Menopause symptoms, and modified by Baitulmal FKAM | Email: baitulmalsolo@gmail.com | Kontak: Hp. 0897658655